5 Contoh Iklan Soft Selling yang Menarik Perhatian Audiens 

Sudah tahukah kamu bahwa iklan soft selling menjadi salah satu strategi periklanan yang banyak dilakukan oleh pebisnis? Jika belum, mari simak penjelasannya beserta contoh iklan soft selling yang menjual di artikel ini! 

Sebagai pengguna media digital, mungkin kamu pernah melihat sebuah iklan produk atau jasa yang menarik perhatianmu. 

Padahal iklan tersebut tidak menampilkan produk atau layanan secara terang-terangan, dan tidak pula memberikan pesan mengajak secara langsung kepada audiens. 

Namun, karena adanya ketertarikan ataupun sebuah reaksi emosional, kamu kemudian melakukan sebuah tindakan seperti membeli produk atau menggunakan jasa dari iklan tersebut. 

Nah, itulah yang dimaksud dengan iklan soft selling. Untuk lebih memahami apa itu iklan soft selling dan contohnya, mari simak penjelasan berikut ini. 

Baca juga: 10 Contoh Iklan Kolom di Koran dan Majalah, Memikat Audiens!

Apa itu Iklan Soft Selling 

Iklan soft selling adalah iklan penawaran produk atau jasa dengan teknik penjualan yang halus dengan tingkat agresif yang rendah. 

Pesan yang disampaikan pada iklan soft selling ini bersifat ramah dan sangat persuasif, namun tidak ada unsur paksaan terhadap target pasarnya. 

Tujuan dari iklan soft selling tidak hanya untuk menjual produk atau jasa saja, melainkan juga untuk membangun ikatan emosional dengan konsumen. 

Selain itu, melalui pesan yang disampaikan akan sekaligus meningkatkan kesadaran merek hingga menuntun calon konsumen untuk melakukan tindakan yang diharapkan. 

Selanjutnya, mari kenali apa saja ciri-ciri iklan soft selling. 

Ciri Ciri Iklan Soft Selling 

Jika kamu ingin menggunakan strategi periklanan yang satu ini, maka kamu harus mengenali karakteristik iklan soft selling. Berikut ini adalah ciri ciri iklan soft selling: 

  • Menggunakan pendekatan persuasif. 
  • Gaya penyampaian pesan lebih santai, ramah dan menghibur. 
  • Iklan umumnya berfokus pada cerita, pengalaman hingga manfaat produk atau jasa. 
  • Berfokus pada bujukan yang halus.
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis pemasaran. 

Baca juga: 5 Contoh Iklan Baris Tentang Jasa, Barang Hingga Lowongan Kerja.

Perbedaan Iklan Soft Selling dan Hard Selling 

Selain iklan soft selling, mungkin kamu juga pernah mendengar istilah iklan hard selling. Nah, Iklan soft selling ini sangat berbeda dengan iklan hard selling.

Berikut adalah beberapa perbedaan mendasar iklan soft selling dan hard selling yang perlu kamu ketahui: 

Perbedaan  Iklan Soft Selling  Iklan Hard Selling
Sistem penjualan Penjualan langsung  Penjualan tidak langsung 
Tujuan iklan  Meningkatkan jumlah pelanggan  Meningkatkan volume penjualan
Jangka waktu penjualan Jangka Pendek  Jangka Panjang
Makna pesan Melibatkan daya tarik emosional Melibatkan daya tarik rasional
Hubungan pelanggan dengan brand Berkelanjutan Selesai saat promo berakhir

Contoh Iklan Soft Selling yang Menarik Perhatian Audiens

Setelah memahami definisi hingga perbedaan antara iklan soft selling dan hard selling, sekarang saatnya kamu mengetahui apa saja contoh iklan soft selling yang menarik perhatian audiens, berikut ini:

1. Contoh Iklan Soft Selling Skincare 

contoh iklan soft selling
Sumber: instagram.com/skintificid

Gambar di atas adalah salah satu contoh iklan soft selling produk perawatan wajah dengan merek Skintific. Kamu dapat mengidentifikasi ciri ciri iklan soft selling melalui iklan di atas ini.

Iklan Skintific di atas tidak secara terang-terangan mengajak audiens atau target pelanggan untuk membeli produk skincare moisturizer dari Skintific.

Melainkan, iklan dirangkai dalam sebuah testimoni positif dari pelanggan yang merasa ampuh menggunakan produk tersebut untuk kulit wajahnya.

Selain itu, caption pada iklan juga mengajak audiens sebagai target pelanggan untuk berinteraksi.

2. Contoh Iklan Soft Selling Layanan Travel

contoh iklan soft selling
Sumber: instagram.com/tiketcom

Di atas ini adalah contoh iklan soft selling jasa dari Traveloka. Dapat dilihat bahwa konten iklan lebih mengarah kepada rekomendasi tempat liburan di Singapura.

Meskipun tujuan pesan iklan adalah agar audiens membeli tiket perjalanan ke Singapura, namun konten iklan tidak secara eksplisit menyampaikan tujuan dari iklan.

Melainkan melalui pengemasan yang sederhana dan lembut.

3. Contoh Iklan Soft Selling Makanan

contoh iklan soft selling
Sumber: instagram.com/energen_id

Selanjutnya juga ada iklan soft selling makanan dari Energen. Dapat dilihat bahwa iklan di atas dikemas dengan pesan mengenai sebuah tips dan trik.

Iklan tersebut memang melakukan penjualan langsung, namun lebih pada memberikan solusi mengenai suatu hal dengan produk yang dijual sebagai jawabannya.

4. Contoh Iklan Video Soft Selling Ramayana Store

Iklan soft selling tidak selalu melalui konten visual atau tulisan, namun juga bisa melalui tayangan video. Seperti contoh iklan soft selling video dari Ramayana Store di atas.

Video iklan dari Ramayana tersebut dikemas dengan sebuah cerita yang memancing emosional dari audiens atau target pelanggan.

5. Iklan Video Soft Selling Layanan Telkomsel

Selain contoh iklan soft selling dari Ramayana, juga ada iklan dari layanan Telkomsel.

Iklan di atas mengangkat tema hari Lebaran Idul Fitri yang tentu mampu mempengaruhi emosional target pelanggan.

Selain itu, tindakan mengajak untuk membeli layanan tidak bersifat agresif.

Baca juga: 10 Contoh Iklan Penawaran Jasa yang Menarik dan Cara Membuatnya.

Cara Membuat Iklan Soft Selling 

Itulah beberapa contoh iklan soft selling beserta penjelasannya. Jika kamu tertarik untuk membuat iklan soft selling seperti contoh di atas, maka kamu harus cara yang benar. 

Ini bertujuan agar strategi yang kamu lakukan mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu meningkatkan kesadaran merek, membangun hubungan emosional dan menambah pelanggan. 

Berikut ini adalah beberapa cara membuat iklan soft selling yang menarik: 

  • Lakukan riset dan kenali target pasar dari produk atau layanan yang akan ditawarkan. 
  • Buatlah teks pesan iklan dengan unsur personal dan berupa sebuah cerita menarik. 
  • Pada pesan iklan, fokus pada unsur untuk membangun hubungan dengan audiens. 
  • Berikan penjelasan mengenai nilai dan keunggulan dari produk secara santai dan tanpa memaksa. 
  • Berikan kesempatan untuk bereaksi kepada audiens atau target pelanggan, misalnya dengan mengajukan pertanyaan. 
  • Selalu berusaha mendengarkan pelanggan secara aktif. 

Itulah ulasan mengenai contoh iklan soft selling beserta definisi, ciri-ciri hingga cara membuatnya.

Semoga informasi di artikel ini bermanfaat untuk kamu yang saat ini sedang menjalankan usaha dan sedang mencari tahu cara memasarkan produk yang tepat.

Selain itu, jika kamu belum memiliki usaha namun memiliki keinginan untuk menjalankannya, kamu bisa memulainya bersama platform Evermos.

Melalui Evermos, kamu bisa jual aneka produk kebutuhan sehari-hari sekarang juga dengan daftar GRATIS sebagai reseller.

Yuk, raih komisi penghasilan hingga jutaan rupiah per bulannya sekarang juga!