Salah satu teknik iklan yang paling digunakan selain soft selling adalah hard selling. Iklan hard selling ini ditujukan kepada audiens dengan promosi yang lebih “greget” ketimbang soft selling. Ingin tahu seperti apa itu contoh iklan hard selling? Berikut ini adalah informasinya.
Pernah mendengar iklan seperti “Buruan Beli Sekarang Juga!”, “Kamu butuh Aqua!” serta kata-kata yang menarik perhatian dalam iklan lainnya?
Kata-kata tersebut tentunya membuat orang penasaran, serta terasa “menyuruh” audiens untuk melakukan sebuah action yaitu pembelian produk.
Itulah yang disebut dengan hard selling, namun untuk penjelasan lebih lengkap beserta contoh iklan hard selling anda bisa menyimak di bawah berikut.
Apa Itu Iklan Hard Selling
Iklan hard selling adalah sebuah strategi pemasaran yang menggunakan kata-kata bersifat transaksional atau action untuk mendorong sebuah action dalam waktu yang singkat.
Iklan dibuat dengan kata-kata hard selling memiliki tujuan agar promosi yang digencarkan lebih efektif lagi kepada pelanggan.
Biasanya komposisi kata-kata dalam hard selling ini bersifat menekan dan mendesak seperti promosi flash sale yang harus segera dibeli dalam jangka waktu tertentu.
Kata-kata yang kerap digunakan dalam hard selling ini misalnya, “Ayo, Buruan, Cepetan, Segera, Mari, dan sebagainya.”
Baca Juga : 6 Contoh Iklan Produk Kerajinan yang Unik & Kreatif, Coba!
Ciri-Ciri Iklan Hard Selling
Dalam dunia promosi terdapat dua karakter promosi yang pertama yaitu soft selling yang kedua yaitu hard selling.
Ingin tahu apa ciri dari hard selling? Langsung saja simak di bawah ini.
-
Bersifat jangka pendek
Dibalik kata-kata hard selling ini sebenarnya hanya keluar atau dibutuhkan pada saat jangka pendek saja.
Bukan jangka panjang seperti soft selling yang secara halus menggerakkan audiens untuk terpengaruh membeli produk atau layanan.
-
Hanya saat promo tertentu
Para pebisnis membutuhkan promosi iklan hard selling ini terbatas pada saat penawaran tertentu saja.
Misalnya seperti saat flash sale, big sale, atau promo cuci gudang.
Tujuan menggunakan hard selling pada saat promo tertentu ini dapat meningkatkan awareness dari para audiens untuk mendorong transaksi.
-
Berakhir setelah promo
Iklan hard selling biasanya akan berakhir pada saat promo barang sudah selesai habis atau sudah lewat dari ketentuan tanggal.
Sehingga lewat dari itu tidak ada lagi promo yang berlaku serta tidak ada hard selling yang berlaku.
-
Tidak Fokus Membangun Hubungan dengan Konsumen
Sebab promosi iklan hard selling bersifat menekan dan mendorong secara agresif kepada audiens, membuat iklan hard selling ini kurang membangun hubungan dengan audiens.
Karena hard selling lebih melihatkan daya tarik rasional ketimbang softselling yang rasional.
Baca Juga : 5 Contoh Iklan Produk Sabun di Luar Negeri yang Aesthetic!
Contoh Iklan Hard Selling dari Berbagai Brand
Di bawah ini terdapat beberapa contoh dari iklan hard selling dari berbagai brand yang dapat anda simak.
1. Brand Makanan Fast Food

Pada iklan ini terdapat hard selling dengan kata-kata “Don’t Miss This Deal, Limited Offer, 50% OFF”.
Yang artinya adalah “Jangan lewatkan pembelian ini, penawaran terbatas, Diskon hingga 50%.
Iklan jenis ini memberikan pesan kepada audiens supaya tidak ketinggalan mengenai promosi.
Selain itu terdapat juga penawaran diskon sebesar 50% atau setiap produk dapat dibeli dengan setengah harga saja.
2. Iklan Hard Selling Takeout

Contoh iklan hard selling yang catchy lainnya dari brand Takeout.
Iklan berikut dikemas dengan menarik dengan tema warna makanan yaitu warna kuning yang menggugah selera.
Selain itu terdapat ilustrasi burger dan telepon yang memberikan pesan kepada audiens, jika ingin mendapatkan burger maka harus order.
Juga adanya slogan makanan yaitu “Order, Eat, Enjoy! With Takeout Delivery!” yang artinya “Pesan, Makan, Nikmati! Dengan Layanan Antar Takeout.”
3. Iklan KFC Attack

Siapa yang tidak tahu brand ayam krispi satu ini? Sebagai no.1 Fried chicken yang cukup laris di dunia ini menawarkan produk KFC.
Lewat iklannya ini, pengiklan menginformasikan bahwa sedang ada penawaran terbaik dari KFC.
Keterangan promo itu terdiri dari hari Senin-Jumat, cuma Jam 3-5,dan tiap masing-masing menu hanya 18 ribu.
Setelah itu, terdapat copywriting “Promo terbatas! Serbu Segera!”.
4. Iklan Indonesian Fast Food

Referensi contoh iklan hard selling lainnya yaitu dari Indonesian Fast Food.
Brand ini mengklaim menyajikan makanan nusantara yang nikmat dan halal.
Dalam iklan ini, copywriting “Yang pasti Hemat & Halal ya” menyajikan solusi bagi mereka yang ingin mengkonsumsi makanan sesuai syariat Islam dan hemat.
5. Iklan Shopee Gajian Sale

Contoh dari iklan hard selling selanjutnya yaitu dari Shopee.
Shopee adalah platform e-commerce yang menjualkan berbagai produk sehari-hari.
Kali ini Shopee mempromosikan program Shopee Gajian Sale di tanggal 25-27 setiap bulannya.
Penawaran yang diberikan pada program tersebut yaitu gratis ongkos kirim sepuasnya, cashback kilat sampai dengan 250 ribu.
Beberapa iklan di atas tersebut merupakan conto hard selling yang bisa anda coba, semoga dengan ini bisa menambah referensi anda dalam membuat iklan hard selling.
Ingin punya usaha tapi belum punya modal? Yuk coba aplikasi Evermos dan mulai jualan online dari produk yang terdapat di katalog Evermos.
Sebagai reseller Evermos anda hanya perlu memesankan produk yang terdapat di katalog kemudian tim Evermos akan membantu dalam pengemasan produk hingga pengiriman sampai ke tangan pembeli.
Anda bisa mendapatkan komisi penghasilan hingga jutaan rupiah tiap bulannya, yuk mulai usaha sampingan sekarang juga dengan klik tombol di bawah berikut!