Apakah kamu baru memulai bisnis sebagai dropshipper atau kamu tertarik sekadar menjadi admin dropship saja? Jika iya, kamu harus baca artikel ini agar dapat menjalankan tugasmu dengan baik dan alur bisnismu lebih lancar. Sebelum mengetahui cara menjadi admin dropship, ketahui dulu beberapa keuntungannya di bawah ini.
Perbedaan Reseller dengan Dropshipper

Buat kamu yang belum mengetahui perbedaan antara reseller dengan dropshipper, berikut adalah perbedaannya:
Keuntungan Menjadi Admin Dropship
Kalau kamu sedang mencari penghasilan tambahan, menjadi admin dropship bisa jadi pilihanmu karena ada beberapa keuntungannya antara lain:
-
Waktu yang fleksibel
Menjadi admin dropship tidak mengharuskan kamu bekerja dengan jam kantor yang ketat. Kamu bisa mengatur waktu sesuai kebutuhan dan jadwalmu.
-
Dapat dikerjakan di mana saja
Pekerjaan ini juga tidak perlu meninggalkan rumah untuk mengurus pesanan atau stok barang. Semua bisa dikerjakan melalui smartphone, jadi mobilitasmu tetap terjaga sambil dapat mengerjakan hal yang lain.
-
Dapat belajar alur bisnis dengan mudah
Bisnis dropshipping memberikan kesempatan belajar mengenai dunia bisnis tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Menjadi admin dapat mengetahui alurnya, dan secara tak langsung kamu bisa mempelajari cara mengelola usaha, berkomunikasi dengan supplier, hingga mempromosikan produk secara efektif.
Apa Saja Tugas Admin Dropship?

Ada 10 tugas utama yang biasanya harus dijalankan sebagai admin dropship, yaitu:
-
Mengelola pesanan dari konsumen
Kamu bertanggung jawab untuk memastikan pesanan dari konsumen diproses dengan baik. Seperti menerima pesanan, memeriksa detail pesanan, dan meng-input data pesanan.
-
Koordinasi dengan supplier
Admin dropshipper juga berperan sebagai penghubung antara konsumen dan supplier. Tugasmu antara lain mengirim detail pesanan, memastikan ketersediaan stok, dan mengonfirmasikan pengiriman. Kamu harus bisa memastikan supplier mengirimkan barang tepat waktu dan sesuai dengan pesanan.
-
Menjaga komunikasi dengan konsumen
Kamu juga harus menjaga komunikasi yang baik dengan konsumen, mulai dari menjawab pertanyaan, memberikan update, hingga menangani keluhan.
-
Mengelola data pesanan dan pengiriman
Admin dropshipper juga bertanggung jawab mengelola data pesanan dan pengiriman agar semuanya terdokumentasi dengan baik. Seperti mencatat semua pesanan, menyimpan nomor resi, hingga mengarsipkan transaksi.
-
Melacak pengiriman barang
Melacak proses pengiriman barang dari supplier ke konsumen juga menjadi tugasmu sebagai admin. Berkoordinasi dengan jasa pengiriman jadi penting jika barang hilang atau ada kesalahan dalam pengiriman.
-
Mengelola stok produk secara virtual
Walaupun dropshipper tidak menyimpan stok fisik, sebagai admin dropshipper tetap harus memeriksa ketersedian stok, memperbarui informasi, dan mengelola katalog produk.
-
Mengurus pembayaran dan refund
Kamu juga akan bertanggung jawab untuk mengelola transaksi keuangan, terutama dalam hal pembayaran konsumen. Admin dropshipper juga harus memeriksa metode pembayaran yang digunakan konsumen (transfer bank, e-wallet, kartu kredit, dll.) hingga menangani pengembalian uang (refund).
-
Menjaga hubungan dengan supplier
Admin dropshipper juga perlu berkomunikasi rutin dengan supplier untuk memastikan bahwa mereka dapat memenuhi pesanan tepat waktu. Melalui hal ini, kamu juga bisa menegosiasi harga untuk mendapat keuntungan yang lebih baik hingga menyampaikan feedback dari konsumen.
-
Memastikan kepuasan konsumen
Kamu juga harus memastikan konsumen puas dengan produk dan layanan yang diberikan. Hal ini dapat diketahui dengan melihat feedback dari konsumen atau ulasan produk di media sosial.
-
Membantu dalam promosi dan pemasaran
Meski fokus utama admin dropshipper adalah pada operasional, admin juga bisa berperan dalam membantu strategi pemasaran seperti mengelola iklan di sosial media, atau memperbarui katalog.
Tips Sukses Menjadi Admin Dropship

Sudah mulai tertarik untuk menjadi admin dropship? Berikut ada tips menjadi admin dropship sebelum mulai
-
Riset dan pilih produk yang tepat
Riset terlebih dahulu lingkungan pasarmu dan pastikan produk yang kamu tawarkan memiliki permintaan yang tinggi di pasaran. Contoh, misal kamu adalah seorang Ibu Rumah Tangga, kamu bisa memilih produk yang laris di kalangan para ibu seperti peralatan rumah tangga, baju, atau kebutuhan anak.
-
Jalin kerjasama dengan supplier terpercaya
Untuk memilih supplier yang terpercaya juga diperlukan riset apakah supplier yang kamu pilih terpercaya atau tidak. Pilih supplier yang memiliki reputasi baik, hal ini diperlukan agar pesanan bisa sampai tepat waktu dan kualitas barang terjamin.
Kalau kamu ingin menjadi reseller atau dropshipper dan mencari supplier yang terpercaya, kamu bisa cari di Evermos! Evermos menawarkan ratusan produk unggulan dari brand ternama dan terpercaya.
Cek produknya di sini, yuk! Dari mulai fashion wanita-pria, kebutuhan sehari-hari, skin care, sampai barang elektronik, semua tersedia di Evermos.
-
Aktif di media sosial untuk promosi
Aktif di media sosial juga jadi salah satu strategi agar produkmu dilirik oleh customer. Kamu bisa manfaatkan platform seperti Instagram, Facebook, atau WhatsApp untuk memasarkan produkmu. Kamu juga bisa buat konten menarik dan lakukan promosi rutin.
-
Menjaga kualitas pelayanan
Terkadang pelayananmu yang selalu ramah dan cepat tanggap saat melayani pelanggan bisa juga jadi nilai jual terhadap bisnismu. Di samping produkmu yang berkualitas, hal satu ini akan meningkatkan kepuasan mereka dan membuat bisnismu berkembang lebih cepat.
Kesimpulan
Memulai bisnis menjadi admin dropship adalah salah satu pilihan yang bisa jadi sumber penghasilan tambahan. Pekerjaan ini dapat dikerjakan di waktu dan tempat yang fleksibel karena hanya bermodal smartphone.
Konsistensi dalam kegiatan promosi dan memberikan pelayanan pada customer juga menjadi kunci untuk kamu sukses menjadi admin dropship yang baik. Berikan selalu komunikasi yang baik dengan pelanggan dan supplier.