Siapa mengira, ternyata bisnis rongsokan online atau jual-beli barang bekas atau daur ulang bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Bisnis ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan mengurangi limbah. Dengan pengelolaan yang tepat, bisnis rongsokan online bisa berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan keberlanjutan.
Tips Memulai Bisnis Rongsokan Online
Berikut ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk memulai bisnis rongsokan online:
1. Lakukan riset pasar dan penentuan produk
Kamu perlu melakukan riset untuk mengetahui jenis barang bekas yang banyak dicari, seperti barang elektronik, logam bekas, plastik, kertas, atau bahkan pakaian bekas. Tentukan juga fokus bisnismu–Apakah kamu hanya menjual barang bekas untuk di-repurpose, atau juga menerima barang untuk didaur ulang.
2. Buat jaringan dengan pengepul
Jalin kerjasama dengan pengepul lokal untuk memasok barang atau menjadi penyalur barang bekas. Kamu juga bisa mengumpulkan barang dari masyarakat secara langsung melalui sistem jemput barang. Bangun jaringan pelanggan dengan memberikan harga kompetitif, layanan antar barang, atau bahkan program loyalitas.
3. Buat platform online
Buat website atau akun media sosial yang didedikasikan untuk menjual barang bekas. Platform tersebut harus mudah digunakan untuk memungkinkan pelanggan melihat kategori barang, foto produk, harga, dan deskripsi kondisi barang dengan jelas. Kamu juga bisa memanfaatkan marketplace yang sudah ada seperti Tokopedia, Bukalapak, atau OLX untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
4. Siapkan tempat untuk mengumpulkan dan memilah barang
Siapkan sistem pengumpulan barang bekas, baik dengan cara menerima donasi barang bekas dari masyarakat atau membelinya dari pengepul. Barang yang dikumpulkan harus dipilah dan dikategorikan berdasarkan jenis, kondisi, dan nilai jualnya.
5. Manfaatkan tools manajemen inventori
Untuk mengelola stok barang bekas yang masuk dan keluar, manfaatkan tools manajemen inventori yang sederhana, kamu bisa menggunakan aplikasi. Hal ini memudahkan dalam melacak barang yang tersedia, harga, serta kondisi barang.
6. Manfaatkan SEO dan pemasaran digital
Gunakan strategi SEO untuk mengoptimalkan platform mu agar muncul di halaman pertama mesin pencari ketika orang mencari barang bekas. Manfaatkan iklan digital (Google Ads, Facebook Ads) dan gunakan media sosial untuk mempromosikan barang yang dijual. Selain itu, edukasi pasar tentang pentingnya daur ulang dan kontribusi lingkungan bisa meningkatkan minat konsumen.
7. Berikan pelayanan yang baik dan efisien
Pastikan kamu memberikan layanan yang baik, seperti pengiriman tepat waktu, kemudahan pembayaran, dan komunikasi yang responsif. Menjaga kepercayaan pelanggan sangat penting dalam bisnis rongsokan, karena seringkali kondisi barang tidak sempurna.
5 Strategi Pemasaran Memulai Bisnis Rongsokan Online

Sebelum memulai bisnis rongsokan online, pastikan kamu juga menjalani strategi bisnis ini agar pemasaran lebih maksimal:
1. Mengedukasi masyarakat
Selain fokus pada penjualan produk, kamu juga harus bisa mengedukasi masyarakat tentang nilai jual barang bekas dan manfaat daur ulang. Misalnya, tunjukkan bagaimana barang-barang elektronik bekas bisa diperbaiki atau dijual kembali dengan harga yang kompetitif. Hal ini bisa kamu tunjukkan melalui konten pemasaran yang bisa disebarkan melalui sosial media.
2. Kampanye sosial dan isu lingkungan
Promosikan bisnis rongsokan online kamu sebagai bagian dari solusi untuk masalah lingkungan. Banyak konsumen yang tertarik pada produk yang ramah lingkungan. Kampanye ini bisa menarik segmen pelanggan yang peduli pada lingkungan dan keberlanjutan.
3. Tentukan niche/ segmentasi pasar
Tentukan siapa target pasar utamamu. Kamu bisa menargetkan kalangan mahasiswa, masyarakat ekonomi menengah ke bawah, atau para pebisnis yang mencari material bekas (seperti logam dan plastik) untuk diolah kembali. Setiap segmen membutuhkan pendekatan dan strategi pemasaran yang berbeda.
4. Menawarkan diskon atau harga khusus
Berikan penawaran menarik seperti diskon untuk pembelian dalam jumlah besar atau sistem barter barang bekas yang dapat mendukung peningkatan penjualan.
5. Pertimbangkan variasi produk
Jangan hanya terpaku pada satu jenis barang bekas. Kamu bisa memperluas bisnis ke jenis barang lain yang mungkin belum banyak dijual, misalnya barang antik, furnitur, atau aksesoris dari material bekas.
Bagaimana Peluang dan Modal yang Dibutuhkan untuk Bisnis Rongsokan Online?
Kamu sudah tertarik dan sudah memiliki jaringan untuk memulai bisnis rongsokan online namun masih ragu dengan prospek atau peluangnya? Berikut ada beberapa insight yang mungkin bisa jadi pertimbanganmu:
1. Tumbuhnya kesadaran akan produk daur ulang dan isu lingkungan
Banyak konsumen kini lebih peduli pada dampak lingkungan dari pembelian barang baru. Mereka lebih memilih barang bekas atau daur ulang sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.
2. Barang bekas juga masih memiliki kualitas
Banyak barang bekas berkualitas tinggi, seperti peralatan elektronik dan perabotan, yang bisa dijual kembali dengan harga yang layak setelah diperbaiki atau direstorasi.
3. Material bekas masih banyak dibutuhkan khususnya di industri besar
Bahan-bahan seperti logam, plastik, dan kertas sering dibutuhkan oleh pabrik atau pengusaha daur ulang untuk diolah menjadi produk baru.
4. Prospek untuk ekspansi global
Jika kamu memanfaatkan platform online, hal ini bisa memudahkan bisnis untuk menjual barang ke luar negeri. Barang antik, misalnya, bisa memiliki pasar besar di kalangan kolektor internasional.
Untuk modal awal, seperti pengadaan barang, pembuatan aplikasi dan juga melakukan digital marketing kamu bisa habiskan sekitar Rp5.000.000 – Rp15.000.000. Setelah itu, kamu juga memerlukan biaya operasional sekitar Rp2.000.000 – Rp5.000.000, jika bisnismu sudah besar tentunya nanti akan ada penambahan biaya untuk membayar pegawai. Dengan modal awal sekitar Rp 10-30 juta, bisnis rongsokan online dapat dimulai dan berpotensi memberikan pengembalian yang baik seiring waktu.
Kesimpulan
Bisnis rongsokan online tak hanya menguntungkan secara finansial namun kamu juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya isu lingkungan dan memanfaatkan barang bekas. Kamu bisa melakukan strategi pemasaran sekaligus edukasi dengan juga menyatakan bahwa barang bekas juga memiliki nilai dan juga kualitas.
Kalau kamu tertarik berjualan dengan fleksibel di mana saja dan kapan saja tanpa repot stok produk, mengemas dan mengirim barang, kamu bisa jadi reseller atau dropshipper di Evermos! Dengan menjadi reseller di Evermos kamu bisa menjalankan bisnis yang lebih mudah dari rumah hanya dengan bermodal koneksi internet.
Evermos menawarkan peluang menjadi reseller dengan banyak pilihan produk dan brand terpercaya. Produk yang ditawarkan sangat beragam dari mulai skin care, kebutuhan sehari-hari, pakaian, elektronik, dan masih banyak lagi.