Online shop telah menjadi salah satu pilihan utama konsumen untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka. Sebagai pemilik atau pengelola online shop, memahami model bisnis adalah kunci untuk menciptakan nilai tambah, membangun hubungan baik dengan pelanggan, dan menjaga keberlanjutan usaha. Salah satu cara efektif untuk memetakan model bisnis ini adalah dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC).
Di artikel ini akan membahas contoh Bisnis Model Canvas online shop dari beberapa online shop populer di Indonesia. Setiap contoh menunjukkan bagaimana elemen-elemen BMC diaplikasikan untuk menjawab kebutuhan pasar yang beragam. Baca selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Bisnis Model Canvas?
Business Model Canvas (BMC) adalah alat strategis yang digunakan untuk memvisualisasikan elemen-elemen penting dalam model bisnis sebuah perusahaan. Untuk online shop (olshop), BMC membantu memahami bagaimana bisnis tersebut menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai. BMC memiliki 9 elemen utama yang perlu dijelaskan, yaitu
Setiap online shop memiliki model bisnis yang unik, disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan proposisi nilai yang mereka tawarkan. Contoh di atas menunjukkan variasi dalam proposisi nilai, segmentasi pelanggan, serta struktur pendapatan dari berbagai olshop yang beroperasi di Indonesia.
9 Elemen untuk Contoh Bisnis Model Canvas Online Shop
Sebelum membuat contoh Bisnis Model Canvas online shop, kamu perlu mengetahui beberapa elemen untuk membuatnya:
1. Customer Segments (Segmen Pelanggan): Siapa target pelanggan utama?
2. Value Propositions (Proposisi Nilai): Apa yang membedakan produk/jasa dari pesaing?
3. Channels (Saluran): Bagaimana cara perusahaan menjangkau pelanggan?
4. Customer Relationships (Hubungan dengan Pelanggan): Bagaimana perusahaan membangun hubungan dengan pelanggan?
5. Revenue Streams (Aliran Pendapatan): Bagaimana perusahaan menghasilkan uang?
6. Key Resources (Sumber Daya Kunci): Sumber daya apa yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis?
7. Key Activities (Aktivitas Kunci): Aktivitas apa yang harus dilakukan agar bisnis beroperasi dengan baik?
8. Key Partnerships (Kemitraan Kunci): Siapa saja mitra yang membantu menjalankan bisnis?
9. Cost Structure (Struktur Biaya): Biaya apa saja yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis?
Sudah tahu dan paham elemen di atas? Berikut ada beberapa contoh Bisnis Model Canvas online shop yang bisa jadi referensimu dari Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Zalora, dan Sociolla untuk mengaplikasikannya ke dalam bisnismu.
Contoh Bisnis Model Canvas Online Shop: Tokopedia

Contoh Bisnis Model Canvas Online Shop: Shopee

Contoh Bisnis Model Canvas Online Shop: Bukalapak

Selain Bukalapak, contoh Bisnis Model Canvas online shop di platform seperti Evermos juga menargetkan dua segmen seperti UMKM dan reseller yang memanfaatkan berbagai channel seperti aplikasi mobile, media sosial, juga pelatihan online. Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang Evermos bisa klik di sini.
Contoh Bisnis Model Canvas Online Shop: Zalora

Contoh Bisnis Model Canvas Online Shop: Sociolla

Kesimpulan
Bisnis Model Canvas memberikan kerangka kerja yang jelas dan terstruktur dalam memahami strategi dan operasional bisnis online shop. Dari kelima contoh di atas, terlihat bahwa setiap online shop memiliki pendekatan unik dalam menyusun model bisnis mereka, disesuaikan dengan target pelanggan, proposisi nilai, dan struktur pendapatan masing-masing.
Dengan menggunakan BMC, pemilik online shop dapat lebih mudah memetakan strategi dan menyesuaikan model bisnis untuk mencapai kesuksesan di pasar yang kompetitif.
Jika kamu berminat untuk menjalani online shop dan membutuhkan modal usaha atau supplier, kamu bisa bergabung menjadi reseller di Evermos. Selain daftarnya mudah, menjadi reseller di Evermos juga gratis! Kamu bisa bebas akses ke seluruh katalognya.