Dalam berbisnis, harga barang atau harga jual merupakan hal yang harus ditentukan. Sebab, hal ini amat penting dalam menjalankan sebuah bisnis agar bisa mendapatkan keuntungan. Ingin tahu cara menghitung modal dan harga jual yang benar? Simak selengkapnya untuk mengetahui jawabannya.
Apakah anda sedang bingung bagaimana cara menghitung modal barang dan harga jual barang? Harga menjadi sebuah peranan yang penting untuk menjadi transaksi antara produsen dengan konsumen.
Sebab itu, penetapan harga harus dibuat secara lengkap dalam perjalanan bisnis karena menjadi sebuah cara perusahaan mencapai target.
Pengertian Modal dalam Usaha
Sebelum mengenali cara menghitung modal dan harga jual barang, sebaiknya perlu mengetahui dahulu apa itu modal dan harga jual.
Modal dalam usaha adalah uang yang digunakan sebagai pokok atau induk untuk berdagang, melepas uang dan sebagainya.
Sehingga dalam bentuknya modal biasa berupa harta benda (uang, barang dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu menambah kekayaan.
Pengertian Harga Jual Barang
Sementara itu, harga jual adalah harga yang diperoleh dari penjumlahan biaya produksi total ditambah dengan harga mark up yang digunakan untuk menutup biaya overhead pabrik perusahaan.
Dikutip Achmad, menurut Gregory Lewis bahwa harga jual adalah sejumlah uang yang bersedia dibayar oleh pembeli dan bersedia diterima oleh penjual.
Baca Juga: Cara Menghitung Modal Awal: Panduan Lengkap untuk Memulai Bisnis Anda
Macam-Macam Modal dan Cara Menghitung Modal Tersebut

Ternyata, dalam kamus akuntansi perusahaan modal juga memiliki macam-macamnya sendiri, apa saja modal tersebut?
Di bawah ini adalah macam-macam modal serta cara menghitung modal tersebut masing-masing.
-
Modal Investasi
Pertama, ada yang disebut sebagai modal investasi atau kata lainnya adalah modal pengadaan barang asset.
Modal ini dialokasikan untuk membeli peralatan bisnis untuk pemakaian jangka lama.
Contoh barang tersebut seperti listrik bertegangan tinggi, boiler, fan besar, AC, dump truck, kapal, mobil kurir, distribution panel dan sebagainya.
Adapun rumus untuk mencari tau modal investasi adalah sebagai berikut:
Modal Investasi = Total Produk + Harga Produk
-
Modal Kerja
Kedua, ada juga yang disebut modal kerja atau modal barang dagangan.
Modal barang dagangan biasanya bentuk biaya yang nantinya akan dialokasikan membeli berbagai bahan pokok, kemudian diolah jadi produk bisnis.
Modal kerja ini akan diperbaharui setiap periode produksi sekuritas yang bisa dijual, kas, piutang dan persediaan.
Inilah rumus mencari tau modal kerja:
Modal Kerja = (harga produk + harga produk) x Jumlah produksi
-
Modal Operasional Bulanan
Ketiga, disebut sebagai modal operasional karena alokasi dananya untuk membayar dari proses produksi. Dana untuk modal operasional bulanan ini biasanya seperti biaya SDM atau gaji karyawan, dan akomodasi.
Modal operasional bulanan juga mencakupi tagihan air dan tagihan listrik.
Modal Operasional = Biaya semua pengeluaran untuk 1 periode produksi
-
Modal Awal
Keempat, ada yang disebut sebagai modal awal. Apa itu modal awal? Modal awal sendiri merupakan istilah untuk keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan barang dan bahan baku yang diperlukan untuk memulai bisnis.
Misalnya, saat anda sedang memulai bisnis warung grosir, yaitu jika ditotal dari semua modal adalah Rp50 juta, nah itulah disebut dengan modal awal.
Inilah cara menghitung modal awal yang bisa anda coba:
Modal Awal = Modal Akhir – (laba + Prive)
Modal Awal = Capital Expenses + Operational Expenses
Modal Awal = Modal Akhir – (pendapatan + beban + pajak + prive)
-
Modal Akhir
Kelima, yaitu modal akhir yang artinya jumlah dana dimiliki oleh sebuah badan bisnis melalui produksi, prive, kerugian dan berbagai pengurangan.
Modal akhir merupakan modal awal yang ditambah dan dikurangi laba dan prive.
Di bawah ini adalah rumus yang digunakan untuk mengetahui modal akhir:
Modal Akhir = Modal Awal + (laba untung/rugi + (- prive))
Cara Menghitung Harga Jual Barang

Lalu, bagaimana cara menghitung harga jual? Pertama, tentukan margin profit yang Anda inginkan. Margin ini bisa dihitung dengan persentase dari modal.
Misalnya, jika Anda ingin mendapatkan keuntungan 20% dari modal, maka tambahkan 20% dari modal ke modal tersebut. Hasilnya adalah harga jual Anda.
Namun, di beberapa kondisi, Anda mungkin merasa bahwa harga jual terlalu murah. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor lainnya.
Misalnya, berapa harga produk sejenis di pasaran? Apakah ada fitur unik pada produk Anda yang membuatnya lebih berharga? Apakah konsumen bersedia membayar lebih?
Perhatikan bahwa pricing adalah seni dan sains. Anda harus mempertimbangkan banyak faktor, tidak hanya cost dan margin profit. Jangan lupa untuk melakukan stock opname secara berkala untuk memastikan Anda tidak kehabisan stok atau memiliki stok berlebih.
Mari kita ambil contoh kasusnya. Misalkan Anda menjual kaos dengan modal IDR 50,000 per potong. Anda ingin mendapatkan keuntungan IDR 20,000 per potong. Maka, harga jual Anda adalah IDR 50,000 (modal) + IDR 20,000 (keuntungan) = IDR 70,000.
Tapi, sebenarnya harga ini masih bisa dinaikkan jika mempertimbangkan beberapa faktor, seperti biaya branding, biaya pemasaran, dan lainnya. Misalnya, jika Anda menghabiskan IDR 10,000 per kaos untuk pemasaran, maka sebenarnya harga jual yang seharusnya adalah IDR 80,000 per potong. Oleh karena itu, penting untuk menghitung semua komponen biaya dengan cermat untuk menentukan harga jual yang tepat.
Baca Juga: Pelajari 3 Cara Menghitung Modal Akhir yang Mudah dan Tepat!
Cara Menentukan Harga Jual MSRP
MSRP adalah Manufacturer’s Suggested Retail Price atau Harga Jual Ritel yang Disarankan oleh Produsen. Ini adalah harga yang ditentukan oleh produsen sebagai harga jual yang disarankan untuk produknya di pasaran. Harga ini biasanya ditampilkan pada label produk atau di website produsen.
Untuk menetapkan MSRP, produsen biasanya menambahkan margin tertentu ke atas total cost. Margin ini tidak hanya mencakup keuntungan, tetapi juga biaya lainnya seperti biaya distribusi, pemasaran, dan sebagainya. Dengan begitu, produsen bisa mendapatkan keuntungan sambil memastikan bahwa harga jual tidak terlalu tinggi bagi konsumen.
Selain itu, MSRP juga berfungsi untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Dengan MSRP, produsen dapat mencegah perang harga antara penjual dan memastikan bahwa produknya dijual dengan harga yang adil dan kompetitif.
Dalam praktiknya, banyak penjual yang menjual produk di bawah MSRP untuk menarik konsumen. Ini bisa dilakukan selama penjual masih bisa mendapatkan keuntungan. Namun, penjual harus hati-hati agar tidak menjual produk dengan harga yang terlalu murah. Jika tidak, penjual mungkin tidak bisa menutupi biaya dan menghasilkan keuntungan.
Untuk menentukan harga jual yang tepat, Anda perlu mempertimbangkan banyak faktor. Anda harus mempertimbangkan modal, biaya variable dan fixed, margin profit yang diinginkan, dan juga kondisi pasar. Dengan begitu, Anda bisa menetapkan harga yang adil dan kompetitif, sambil memastikan keberlanjutan bisnis Anda.
Demikian artikel tentang cara meSemoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Ingatlah bahwa dalam bisnis, pengetahuan adalah kunci sukses. Jadi, teruslah belajar dan jangan takut untuk mencoba. Semoga sukses selalu menyertai Anda!
Mau Bisnis Online Tanpa Modal Lewat Hp? Jadi Reseller Evermos Sekarang Juga!
Berbisnis dilakukan lewat hp sekarang sudah bukan hal yang mustahil lagi.
Baik kalangan pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga dan pegawai kantoran tentu bisa melakukannya.
Kamu tinggal memanfaatkan hp untuk berbisnis produk kebutuhan sehari-hari dengan aplikasi Evermos.
Lakukan promosi dan pemesanan produk, setelah itu tunggu hingga barang sampai ke tangan pembeli dan kamu bisa mendapatkan komisi penghasilannya.
Kumpulkan komisi penghasilan sebanyak-banyaknya dan kamu bisa cairkan langsung ke rekening.
Raih komisi penghasilan hingga 35% per produknya di Evermos sekarang juga, dan bergabung secara GRATIS atau tanpa modal dengan klik tombol Daftar GRATIS Disini.