Ingin tahu bagaimana cara menghitung pemakaian listrik prabayar yang tepat? Bagi kamu yang sedang mengelola keuangan untuk listrik prabayar, kamu bisa cek penjelasannya di artikel berikut!
Bagi kamu yang saat ini sedang memiliki rumah atau sedang mengontrak rumah, kamu patut merencanakan keuangan untuk kebutuhan sumber daya listrik.
Pasalnya, kita menggunakan sumber daya listrik sebagai kebutuhan sehari-hari seperti menyalakan lampu, menyalakan barang elektronik, dan sebagainya.
Nah, agar kamu bisa mengetahui alokasi pengeluaran kamu untuk kebutuhan listrik tentu kamu perlu tahu bagaimana cara menghitung pemakaian listrik prabayar yang mudah.
Baca Juga : 4 Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan, Agar Dana Cair!
Apa Itu Listrik Prabayar?
Sebelum membahas bagaimana cara menghitung pemakaian listrik prabayar ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu tentang listrik prabayar.
Listrik prabayar adalah layanan pembayaran listrik yang dilakukan di awal atau dengan sistem token.
Adanya sistem token memudahkan pelanggan untuk mengisi tekanan listrik sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
Untuk pengisian listrik prabayar ini, kamu membutuhkan biaya mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta lebih.
Perbedaan Listrik Prabayar dan Pascabayar
Untuk menggunakan listrik, tentu ada layanan prabayar dan pascabayar.
Layanan prabayar ditujukan kepada masyarakat yang ingin membeli kuota listrik untuk digunakan, sedangkan listrik pascabayar tidak mengutamakan pengguna membayar di awal waktu, tetapi justru menggunakan listrik terlebih dahulu baru kemudian membayar tagihan di akhir bulan.
|
Perbedaan Listrik Prabayar & Pascabayar |
|
|
Prabayar |
Pascabayar |
| Penggunaan listrik lebih terkendali | Penggunaan listrik dapat tidak terkendali |
| Tidak mengalami sanksi denda pemutusan atau keterlambatan pembayaran | Dapat mengalami sanksi denda pemutusan atau terlambat membayar |
| Pembelian sesuai dengan kemampuan atau pas-pasan | Pembelian akan ditagih setelah selesai menggunakan listrik sampai tanggal tagihan |
| Sistem kerap terganggu di jam tertentu saat membeli token | Tidak akan terganggu oleh sistem atau bunyi meteran listrik/token |
| Jika token listrik habis, listrik mati | Listrik akan tetap menyala karena tagihan pembayaran di akhir |
Cara Menghitung Penggunaan Listrik Prabayar yang Mudah
Jika kamu baru saja memutuskan untuk menggunakan listrik prabayar kamu bisa mengetahui cara menghitung penggunaan listrik prabayar yang lebih mudah di bawah ini.
1. Cari Tahu Golongan Listrik yang Dipakai
Simak tabel terkait golongan, batas daya dan biaya/kWh untuk token di bawah berikut.
| Golongan | Batas Daya | Biaya/kWh |
| Subsidi | 450 VA | Rp415/kWh |
| Subsidi | 450 VA | Rp605/kWh |
| Mampu | 900 VA | Rp1.352/kWh |
| Mampu | 1.300 VA | Rp1.467,28/kWh |
| Mampu | 2.200 VA | Rp1.467,28/kWh |
| Mampu | 3.300 VA | Rp1.467,28/kWh |
| Mampu | 4.400 VA | Rp1.467,28/kWh |
| Mampu | 5.500 VA | Rp1.467,28/kWh |
| Mampu | 6.600 VA | Rp1.467,28/kWh |
Baca Juga : Aplikasi Jualan Pulsa Tanpa Modal dan Tips Suksesnya!
2. Buat Daftar Perangkat Elektronik yang Digunakan
Agar kamu dapat lebih mudah menghitung tarif penggunaan listrik setiap harinya, catat daftar perangkat elektronik yang digunakan.
Kamu tidak perlu memasukkan semua perangkat elektronik ke dalam daftar, cukup masukkan perangkat yang benar-benar kamu gunakan.
Misalnya mulai dari lampu di setiap kamar, gadget, TV, AC, charger untuk setiap perangkat.
Kamu bisa menyusunnya dengan skala prioritas terlebih dahulu.
Walaupun terkesan merepotkan, tetapi hal ini dilakukan demi mendapatkan hitungan yang tepat untuk penggunaan listrik sehari-harimu.
3. Hitung dengan Rumus
Agar kamu bisa menghitung setiap perangkat elektronik, daya dan tarif kWhnya berapa kamu bisa menemukan terlebih dahulu rinciannya.
Sebagai contohnya, kamu membeli token listrik sebesar Rp250.000 serta berada di golongan 2.200 VA
| Biaya Admin | Rp4.000 |
| Biaya Materai | Rp6.000 (jika diatas Rp250.000) |
| Pajak Penerangan Jalan (PPJ) | 6% yaitu Rp15.000 |
| Nilai Token | (Harga token – biaya admin – biaya materai – biaya PJJ) = Rp225.000 |
| Nilai kWh | Rp225.000/Rp1.467 =153,274 kWh |
4. Kenali Ambang Batas Penggunaan Token
Untuk pembayaran meteran listrik dengan metode prabayar, memiliki ambang batas token yang ditentukan oleh PLN.
Adanya pembatasan ini ditujukan agar menghindari penimbunan listrik dan mengatur penggunaan secara nasional.
Untuk batasnya sendiri yaitu 1 bulan atau 720 jam, yang artinya pembelian akan tertolak jika melebihi ketentuan tersebut.
5. Gunakan Rumus Pemakaian Listrik
Kamu sudah mengetahui jawaban untuk besaran kWh listrik dari hasil pembelian token yaitu sebesar 153,274 kWh.
Berikut ini adalah rumus pemakaian listrik yang bisa kamu gunakan.
Rumus Pemakaian Listrik = Daya Alat (Watt) x lama pemakaian (jam) dan didapat hasil dengan satuan watt.
Hasil tersebut akan dibagi seribu untuk dijadikan satuan kWh listrik yang kemudian dikalikan dengan tarif listrik per kWh yang berlaku.
Berikut contohnya.
- 10 lampu 15 Watt menyala selama 12 jam per hari, 7x30x12 = 2520
- 1 AC 750 Watt menyala selama 8 jam per hari, 750×8=6000
- 1 TV 50 Watt menyala selama 6 jam per hari, 50×6=300
- 1 Kulkas 300 Watt menyala 24 jam per hari, 300×24=7200
Sehingga kamu bisa mengambil kesimpulan untuk cara menghitung pemakaian listrik.
2520+6000+300+7200=16.020 Watt per hari.
Satuan kWhnya kamu bisa membaginya 1.000
Jadi, 16.020/1.000= 16,02 kWh per hari.
Untuk totalnya selama satu bulan yaitu 30 hari, 30×16,02=480,6 kWh.
Dalam satu bulan kamu perlu mengisi token tersebut hingga 3 kali apabila nominalnya Rp250.000, sehingga pengeluaran listrik sekitar Rp650.000 untuk satu bulannya, berdasarkan dengan contoh tersebut.
Seperti itulah cara untuk mengetahui berapa besaran kWh serta pembayaran untuk sekitar satu bulan, semoga dapat membantu kamu.
Jika kamu ingin melakukan pengisian token listrik pascabayar & prabayar, sekarang kamu juga bisa melakukannya di aplikasi Evermos.
Selain membeli token listrik, kamu juga bisa melakukan pengisian produk digital lainnya seperti pulsa, kuota, saldo e-wallet, hingga produk kebutuhan sehari-hari yang terjangkau & berkualitas.
Kamu akan mendapatkan penghasilan tambahan dengan menawarkannya kepada orang terdekat kamu, komisi bisa langsung cair!
Dapatkan keuntungan komisi hingga 35% atau setara Rp170 ribu per produknya sekarang juga, klik tombol di bawah berikut untuk daftar jadi reseller Evermos secara GRATIS.